Susahnya Beralih ke Linux!

Bosan memakai OS Windows saya pun mencoba menginstal ulang laptop saya dengan linux Ubuntu, selain Ubuntu saya juga pernah mencoba distro-distro linux yang lain seperti openSUSE, Fedora, Debian, dan Linux Mint.

Setelah membandingkan dari semua distro yang pernah saya coba akhirnya saya bisa menyimpulkan:

  1. Ubuntu. Merupakan OS yang terpopuler, memiliki desktop UI berbeda yaitu Unity, didukung oleh Valve sebagai distro linux yang support steam, software repository yagn lengkap dan terupdate.
  2. openSUSE. Merupakan OS yang paling mudah dan enak dalam pengaturan karena ada YaST (semacam control panel kalau windows) pokoknya cocok bagi pemula daripada Ubuntu.
  3. Linux Mint. Satu OS yang banyak versinya diantaranya Linux Mint Gnome, KDE, Cinnamon dan Xfxe. Satu hal yang paling berbeda yaitu memasukkan codec-codec multimedia secara lengkap, jadi kita tidak perlu menginstall lagi paket codec tersebut seperti di distro linux lain.
  4. Fedora dan Debian tidak ada yang istimewa, tetapi jika kita ingin membangun server Debianlah yang paling cocok untuk dipilih.

Sedangkan untuk migrasi ke linux secara penuh terdapat berbagai kendala diantaranya:

  1. Instalasi. Hal ini menjadi membingungkan bagi yang pertama menginstall mintalah pertolongan pada yang expert atau mbah google. Jika terdapat kesalahan dan kerusakan itu merupakan yang wajar, akan tetapi jika berkali-kali itu namanya cuppu.
  2. Codec untuk file multimedia. Linux tidak menyertakannya karena codec tersebut tidak open source, jadi kalian harus menginstalnya sendiri secara terpisah.
  3. Kompatibilitas file office. Tidak dapat dipungkiri inilah hal utama sebagai tameng sendiri jika menginstall office, linux secara default menyertakan Libreoffice sebagai pengganti. Libreoffice mampu membaca file .docx dan lain-lain akan tetapi sebagian besar tata letak dan format tulisan akan berbeda jika dilihat di Microsoft Office.
  4. Game. Kalian ingin main Battlefield, Bioshock, FIFA, atau Crysis dilinux tentu bisa menggunakan emulator Wine atau PlayOnLinux tetapi framerate yang dicapai sangat rendah jika dimainkan di Windows dengan spesifikasi hardware yang sama. Kabar gembira untuk kalian penyuka game keluaran Valve sperti Dota 2 yang sekarang disupport penuh dan framerate yang dihasilkan hamper sama dengan di Windows.
  5. Software. Jika di Windows kalian hanya perlu mendownload VLC hanya 1 file .exe akan tetapi di linux tidak akan bisa, karena program pendukung untuk menjalankan VLC terpisah-pisah, tidak terkumpul dalam 1 folder, sulit diinstall dan sulit diperbaharui. Hal ini dapat diatasi dengan menginstal lewat repository secara otomatis tetapi kalian harus online.